Setiap wanita pada umumnya yang sudah mulai beranjak remaja telah mengalami proses menstrusi
i. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun). Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari.
Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat terjadi pada saat masa menstruasi:
* Perut terasa mulas, mual dan panas.
* Terasa nyeri saat buang air kecil.
* Tubuh tidak fit.
* Demam.
* Sakit kepala dan pusing.
* Keputihan.
* Radang pada vagina.
* Gatal-gatal pada kulit.
* Emosi meningkat.
* Nyeri dan bengkak pada payudara.
* Bau badan tidak sedap.
ada halnya terkadang sebagian besar dari wanita yang mengalami nyeri luar biasa saat menstruasi, tapi sebagian lainnya hanya mengalami nyeri biasa saja.
nah, aku merupakan salah satu cewek yang hanya mengalami nyeri yang biasa saja, ya walaupun terkadang juga mengalami nyeri yang aku anggap lumayan menyiksa.
aku juga pernah mengalami yang namanya gangguan menstruasi selain rasa nyeri, yaitu menstruasi yang keluar hingga 4 x dalam 1 bulan. sempat konsul dan priksa ke dokter kandungan, dan katanya aku ada terkena gangguan hormon akibat stres karena pikiran.
aku ngalami hal ini hingga 4 bulan, dan bulan ke 4 aku konsultasi langsung ke dokternya, karena bulan-bulan sebelumnya aku pikir itu hal yang wajar mungkin juga karena aku terlalu capek beraktifitas diluar. tetapi, bulan ke 4 mulai mengganggu, menstrusasi ku semakin gak teratur dan akhirnya harus ke dokter untuk di checkup langsung.
nah, ada beberapa jenis gangguan menstruasi, yaitu:
1. Amenore
Amenore adalah tidak ada menstruasi. Istilah ini digunakan untuk perempuan yang belum mulai menstruasi setelah usia 15 tahun (amenore primer) dan yang berhenti menstruasi selama 3 bulan, padahal sebelumnya pernah menstruasi (amenore sekunder).
Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan hormon atau masalah pertumbuhan. Amenore sekunder dapat disebabkan oleh rendahnya hormon pelepas gonadotropin (pengatur siklus haid), stres, anoreksia, penurunan berat badan yang ekstrem, gangguan tiroid, olahraga berat, pil KB, dan kista ovarium.
2. Sindrom Pramenstruasi (PMS)
Sindrom pramenstruasi (PMS) adalah sekelompok gejala fisik, emosi, dan perilaku yang umumnya terjadi pada minggu terakhir fase luteal (seminggu sebelum haid). Gejala biasanya tidak dimulai sampai 13 hari sebelum siklus, dan selesai dalam waktu 4 hari setelah perdarahan dimulai.
Beberapa gejala PMS yang sering dirasakan:
* Payudara menjadi lembut dan bengkak
* Depresi, mudah tersinggung, murung dan emosi labil (mood swing)
* Tidak tertarik seks (libido menurun)
* Jerawat berkala
* Perut kembung atau kram
* Sakit kepala atau sakit persendian
* Sulit tidur
* Sulit buang air besar (BAB)
3. Dismenore
Dismenore adalah menstruasi menyakitkan. Nyeri menstruasi terjadi di perut bagian bawah tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bawah dan paha. Nyeri juga bisa disertai kram perut yang parah. Kram tersebut berasal dari kontraksi dalam rahim, yang merupakan bagian normal proses menstruasi, dan biasanya pertama dirasakan ketika mulai perdarahan dan terus berlangsung hingga 32 – 48 jam.
Dismenore yang dialami remaja umumnya bukan karena penyakit (dismenore primer). Pada wanita lebih tua, dismenore dapat disebabkan oleh penyakit tertentu (dismenore sekunder), seperti fibroid uterus, radang panggul, endometriosis atau kehamilan ektopik.
Dismenore primer dapat diperingan gejalanya dengan obat penghilang nyeri/anti-inflamasi seperti ibuprofen, ketoprofen dan naproxen. Berolah raga, kompres dengan botol air panas, dan mandi air hangat juga dapat mengurangi rasa sakit.
Bila nyeri menstruasi tidak hilang dengan obat pereda nyeri, maka kemungkinan merupakan dismenore sekunder yang disebabkan penyakit tertentu.
4. Menoragia
Menoragia adalah istilah medis untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan. Dalam satu siklus menstruasi normal, perempuan rata-rata kehilangan sekitar 30 ml darah selama sekitar 7 hari haid. Bila perdarahan melampaui 7 hari atau terlalu deras (melebihi 80 ml), maka dikategorikan menoragia.
Penyebab utama menoragia adalah ketidakseimbangan jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika tubuh membuang endometrium melalui menstruasi, perdarahan menjadi parah.
Menoragia juga bisa disebabkan oleh gangguan tiroid, penyakit darah, dan peradangan/infeksi pada vagina atau leher rahim.
5. Perdarahan Abnormal
Perdarahan vagina abnormal (di luar menstruasi ) antara lain:
* Pendarahan di antara periode menstruasi
* Pendarahan setelah berhubungan seks
* Perdarahan setelah menopause
Perdarahan abnormal disebabkan banyak hal. Dokter Anda mungkin memulai dengan memeriksa masalah yang paling umum dalam kelompok usia Anda. Masalah serius seperti fibroid uterus, polip, atau bahkan kanker dapat menjadi sebab perdarahan abnormal.
Baik pada remaja maupun wanita menjelang menopause, perubahan hormon dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur.
(sumber:majalahkesehatan,5masalahmenstrusai, gambar:googlesearching)
Saat menstruasi, rasa nyeri akibat kram menstruasi seringkali datang. Bisa hanya samar-samar atau sangat nyeri. Kondisi ini memang sedikit menggangu saat menstruasi. Kondisi yang dalam istilah medisnya disebut dysmenorrhea ini biasanya terjadi di perut bagian bawah.Untuk mengurangi nyeri saat haid, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
* Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi. Kekurangan cairan akan membuat nyerinya semakin terasa. Usahakan untuk minum air hangat untuk meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.
* Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan dalam air lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.
* Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang cukup mudah untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
* Hindari meminum minuman yang mengandung kafein karena bisa memicu iritasi pada usus halus.
* Meminum teh beraroma mint. Lebih baik jika diminum dalam keadaan hangat.
* Melakukan peregangan pada pagi hari dapat melancarkan pereedaran darah dan sekaligus mengurangi rasa nyeri.
(sumber:wikipedia)
semoga info dapat bermanfaat ya girls :)





0 komentar:
Posting Komentar